Lilyan
Setitik Sepi
05.35 |
Setitik sepi
Kureguk damai dalam hati Setelah berputar dengan bising
dan ombak jalan yg kian palsu
Setitik sepi
Mencuri mimpi
Meluruhkan smua resah hati
dan menjalin ikatan suci
Serupa tikaman belati
Atau bayang bayang menari
Memaparkn legam elegi
Sebuah rasa yg jauh pergi
Sisakan biru di lantai hati
Sesuap lekap malam menjemput jingga pagi
Kembali menitis di jejak hari
Lilyan
Read User's Comments(0)
Ambigu-padu
05.08 |
Hey jelek, cinta itu merdeka
Hey manis, cinta itu penjara
Hey gendut, cinta itu indah
Hey ganteng, cinta itu kumuh-lusuh
Manisan getir,
Getir manis.
Es bara,
bara es.
Engkau kembang-kempis nafasku
Isak tangis sekaligus senyumku
Dengan seluruh fluktuasi nada kita berpadu
Galau ‘wa Ashabuhu’
04.09 |
Galau ‘wa Ashabuhu’
Bingung itu bercabang dua, tiga apalagi kalau seribu
Gelisah itu bayangan misterius yang selalu menghantu
Galau?
Keinginan tak terkategori ketika rasa kacau
Hasrat bersanggama terhalau
Penat hati terpanggang pilu
Perih jiwa tersayat sembilu
Tak merasa itu
batu
Merasa itu selalu
Buntu
Hidup wajib terbakar mesiu
Supaya melaju-peluru
oleh : sansan zia-ul haq
Langganan:
Komentar (Atom)





